Thalassemia adalah penyakit genetic/keturunan yang menyebabkan usia sel-sel darah menjadi lebih pendek. Gen yang rusak adalah gen yang bertugas mengkodekan Hemoglobin, yaitu suatu komponen penting dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen. Sel darah merah menjadi mudah pecah atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari) dan kemampuannya dalam mengangkut oksigen menjadi menurun drastis. Akibatnya penderita menderita anemia dan pada beberapa kasus dapat diikuti dengan penyakit lain seperti Diabetes Melitus, gangguan hati dan kanker.
Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh faktor keturunan dan banyak di derita oleh anak-anak di kawasan Laut Tengah, Timur Tengah dan Asia. Penyakit ini pada awalnya menyerang pada anak-anak sejak usia 3 sampai 18 bulan dengan menunjukkan gejala seperti Anemia, pucat, sukar tidur, lemas dan tidak punya nafsu makan.
Thalassemia terdiri atas beberapa tipe. Mereka yang tidak mampu memproduksi protein/gen globin alpha dalam jumlah yang cukup disebut Thalassemia Alpha. sedangkan mereka yang kekurangan produksi protein/gen globin beta, menderita Thalassemia Beta. Di indonesia lebih banyak ditemukan kasus Thalassemia Beta. Insiden pembawa sifta Thalassemia di Indonesia berkisar antara 6-10%, artinya dari setiap 100 orang, 6-10 orang adalah pembawa sifat Thalassemia.
Thalassemia diturunkan oleh orang tua yang carrier kepada anaknya. Sebagai contoh, jika ayah dan ibu memiliki gen pembawa sifat Thalassemia (Thalassemia trait), maka kemungkinan anaknya untuk menjadi pembawa sifat Thalassemia adalah sebesar 50%, kemungkinan menjadi penderita Thalassemia Mayor 25% dan kemungkinan menjadi anak normal yang bebas Thalassemia hanya 25%.
Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh faktor keturunan dan banyak di derita oleh anak-anak di kawasan Laut Tengah, Timur Tengah dan Asia. Penyakit ini pada awalnya menyerang pada anak-anak sejak usia 3 sampai 18 bulan dengan menunjukkan gejala seperti Anemia, pucat, sukar tidur, lemas dan tidak punya nafsu makan.
Thalassemia terdiri atas beberapa tipe. Mereka yang tidak mampu memproduksi protein/gen globin alpha dalam jumlah yang cukup disebut Thalassemia Alpha. sedangkan mereka yang kekurangan produksi protein/gen globin beta, menderita Thalassemia Beta. Di indonesia lebih banyak ditemukan kasus Thalassemia Beta. Insiden pembawa sifta Thalassemia di Indonesia berkisar antara 6-10%, artinya dari setiap 100 orang, 6-10 orang adalah pembawa sifat Thalassemia.
Thalassemia diturunkan oleh orang tua yang carrier kepada anaknya. Sebagai contoh, jika ayah dan ibu memiliki gen pembawa sifat Thalassemia (Thalassemia trait), maka kemungkinan anaknya untuk menjadi pembawa sifat Thalassemia adalah sebesar 50%, kemungkinan menjadi penderita Thalassemia Mayor 25% dan kemungkinan menjadi anak normal yang bebas Thalassemia hanya 25%.
Ada banyak bentuk Thalassemia, setiap jenis memiliki subtype yang berbeda, baik Alpha Thalassemia dan Beta Thalassemia meliputi 2 bentuk yaitu Thalassemia Mayor dan Thalassemia Minor.
Thalassemia Mayor adalah mewarisi gen Thalassemia dari kedua orang tuanya. Thalassemia Minor adalah mewarisi gen Thalassemia dari salah satu orang tua. Alpha Thalassemia biasanya kematian bayi yang belum lahir saat persalinan atau tahap akhir kehamilan. Anak-anak yang lahir dengan Thalassemia Mayor adalah normal saat lahir tetapi akan mendapatkan anemia berat selama tahun pertama kehidupannya.
Pengobatan Thalassemia Mayor adalah transfusi darah secara teratur. Ada pula transplantasi sumsum tulang belakang dapat membantu mengobati beberapa pasien terutama anak-anak Thalassemia. Harapan Thalassemia adalah mendapatkan transfusi darah rutin dan terapi untuk menghilangkan zat besi dari tubuh.
Thalassemia Mayor adalah mewarisi gen Thalassemia dari kedua orang tuanya. Thalassemia Minor adalah mewarisi gen Thalassemia dari salah satu orang tua. Alpha Thalassemia biasanya kematian bayi yang belum lahir saat persalinan atau tahap akhir kehamilan. Anak-anak yang lahir dengan Thalassemia Mayor adalah normal saat lahir tetapi akan mendapatkan anemia berat selama tahun pertama kehidupannya.
Pengobatan Thalassemia Mayor adalah transfusi darah secara teratur. Ada pula transplantasi sumsum tulang belakang dapat membantu mengobati beberapa pasien terutama anak-anak Thalassemia. Harapan Thalassemia adalah mendapatkan transfusi darah rutin dan terapi untuk menghilangkan zat besi dari tubuh.
Itulah penjelasan secara umum, kalau mau detailnya bisa bertanya ke dokter2 hehehe... Gw sendiri termasuk Thalassemia Minor yang di dapat dari Ayah tersayang. Selama 37 tahun 1 bulan gw hidup, jujur aja gw ngos2an untuk menjaga kesehatan badan. Memang HB (hemoglobin) ga sampe drop di angka 7 atau 8 tetapi letih dan lemasnya luar biasa.
Memang Allah menciptakan sesuatu itu lengkap, jika ada kekurangan pasti ada kelebihan gitu juga sebaliknya. Dan segala sesuatu yang terjadi pasti lengkap dengan jalan keluarnya. Cibiran, di jauhin, di tolak baik dalam kerjaan atau asmara (cieh) karena masih menganggap penyakit ini menular atau yang masih berprinsip "di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat" sering gw alamin, bahkan sampai detik ini hahahaha...
Awalnya gw ga terima, tapi lama-lama lelah juga ya ribut ama diri sendiri yang akhirnya bikin makin lemah. Mau ga mau, suka ga suka ya gw harus terima dan jalanin. Alhamdulillah sejak itu gw jadi kuat ngadepin semua, meskipun ada rasa ketakutan soal masa depan dan banyak yang ga nyangka gw sakit ini heheheh... Sudahlah toh gw dah di atur seperti ini sama Allah, yakin ke depannya akan indah dan baik, hasil dari kesabaran gw.
Buat para Thaller baik yang Mayor, Minor ataupun Intermediate, tetap semangat, tetap sabar, yakin kita ini lebih kuat daripada orang normal. Ingat, jangan memilih pasangan dari Thaller juga pikirkan dampak kepada keturunan kita nantinya plus ke kalian juga.
Buat yang normal dan merasa normal, sebelum menikah sebaiknya screening Thalassemia dulu, agar tidak ada Thaller lainnya. Dan jika kalian normal dan mendapat pasangan yang Thaller, itu bukan akhir dunia kok, toh ada kesempatan mendapat keturunan yang sehat ^_^.
Memang Allah menciptakan sesuatu itu lengkap, jika ada kekurangan pasti ada kelebihan gitu juga sebaliknya. Dan segala sesuatu yang terjadi pasti lengkap dengan jalan keluarnya. Cibiran, di jauhin, di tolak baik dalam kerjaan atau asmara (cieh) karena masih menganggap penyakit ini menular atau yang masih berprinsip "di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat" sering gw alamin, bahkan sampai detik ini hahahaha...
Awalnya gw ga terima, tapi lama-lama lelah juga ya ribut ama diri sendiri yang akhirnya bikin makin lemah. Mau ga mau, suka ga suka ya gw harus terima dan jalanin. Alhamdulillah sejak itu gw jadi kuat ngadepin semua, meskipun ada rasa ketakutan soal masa depan dan banyak yang ga nyangka gw sakit ini heheheh... Sudahlah toh gw dah di atur seperti ini sama Allah, yakin ke depannya akan indah dan baik, hasil dari kesabaran gw.
Buat para Thaller baik yang Mayor, Minor ataupun Intermediate, tetap semangat, tetap sabar, yakin kita ini lebih kuat daripada orang normal. Ingat, jangan memilih pasangan dari Thaller juga pikirkan dampak kepada keturunan kita nantinya plus ke kalian juga.
Buat yang normal dan merasa normal, sebelum menikah sebaiknya screening Thalassemia dulu, agar tidak ada Thaller lainnya. Dan jika kalian normal dan mendapat pasangan yang Thaller, itu bukan akhir dunia kok, toh ada kesempatan mendapat keturunan yang sehat ^_^.
Sekian penjelasan tentang Thalassemia yang gw alami, terima kasih buat orang yang masih mendukung dan menerima gw apa adanya. Dan pada akhirnya gw bisa berteriak dan menulis I'm Thaller and I'm Proud With MySelf. \^0^/